Kecanduan Main Game Pada Anak

Waspada! Terkena Dampak Buruk Kecanduan Main Game

Bagi Anda para gamers yang betah bermain hingga berjam-jam bahkan sampai seharian penuh, maka anda harus berhati-hati jika kecanduan main game.

Hal ini dikarenakan bahwa pada dasarnya WHO (World Health Organizaton) telah resmi menetapkan kecanduan bermain game sebagai suatu gangguan mental atau disebut juga game disorder.

Dikutip dari Kompas.com, game disorder merupakan penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan atau kecanduan bermain games dalam waktu yang sangat lama.

Bermain game memang sangat menyenangkan, apalagi jika Anda terus menerus berhasil menyelesaikan misi yang diberikan oleh game tersebut, hal tersebut merupakan awal dari kecanduan bermain game.

Bermain game terus-menerus biasanya terjadi pada anak kecil usia 3 tahun keatas, dimana mereka tidak memiliki banyak kegiatan sehingga yang mereka lakukan hanyalah duduk atau berbaring bersama gadget mereka.

Di sinilah peran orangtua sangat dibutuhkan, awasilah anak Anda saat bermain gadget, terutama jika gadget terkoneksi dengan internet.

Ciri-ciri Game Disorder

Seseorang bisa dikatakan kecanduan main game bila sudah mengalami tiga hal berikut.

  • Pertama, intensitas bermain meningkat hingga tidak bisa dikendalikan diri sediri ataupun orang lain. Hal yang paling buruk adalah ketika Anda membiarkan waktu berjam-jam atau bahkan sampai berhari hari dengan hanya bermain game saja.
  • Kedua, tidak bisa meninggalkan game alias menjadikannya prioritas. Kebanyakan orang pada dasarnya hanya menjadikan game sebagai hiburan dari rutinitas sehari hari yang sangat menjenuhkan. Namun, jangan sampai hal tersier ini bisa menghalangi anda dari kewajiban kewajiban lainnya. Ingatlah ketika anda sedang bermain games, bahwa anda masih memiliki kehidupan yang perlu dijalani.
  • Ketiga, terus bermain padahal tau ada hal negatif yang akan timbul. Anda mengetahui bahwa terlalu lama bermain games akan berdampak buruk pada kesehatan fisik maupun mental, tapi anda tetap memaksakan diri untuk terus bermain. Jika ketiga hal tersebut terlihat selama satu tahun maka akan dianggap gangguan mental atau ‘game disorder’.

Pendapat WHO Mengenai Penyakit Kecanduan Main Game

Bukan hanya yang berupa game online bahkan hingga konvensional, permainan seorang diri atau bersifat ramai dimainan banyak orang.

Meski begitu bukan berarti semua jenis permainan bersifat adiktif dan dapat menggiring kepada gangguan mental.

“Bermain game disebut sebagai gangguan mental hanya apabila permainan itu mengganggu atau merusak kehidupan pribadi, keluarga, sosial, pekerjaan dan pendididkan” jelas WHO.

Selain gangguan mental, tahukah anda ada beberapa gangguan lain yang juga disebabkan oleh kecanduan bermain games? Salah satunya kifosis.

Kifosis (kyphosis) adalah kelainan di lengkungan tulang belakang yang membuat punggung bagian atas terlihat membulat atau bengkok tidak normal.

Setiap orang memiliki tulang belakang yang melengkung, pada kisaran 25 sampai 45 derajat.

Bagaimana seorang gamers dapat terkena kifosis? Setiap pemain akan duduk terpaku didepan layar tanpa gerakan yang signifikan selain menggerakan tangan dan bola mata.

Ditambah lagi durasi yang dihabiskan sampai berjam-jam bahkan seharian penuh sedikit demi sedikit akan memengaruhi postur tubuh.

Sudah banyak bukti yang menunjukan kecanduan terhadap games dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Maka sebaiknya kita harus bijak dalam penggunaan games karena secara tidak langsung kesenangan ini akan berdampak buruk pada kesehatan fisik maupun mental kita sendiri.

Bermain game boleh saja tapi jangan sampai kecanduan main game hingga Anda melupakan kehidupan nyata kita yang harus terus berjalan seperti biasa.